Global Fashion Halal Standard (GFHS) menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional bertajuk “Kesiapan Industri dalam Menghadapi Wajib Halal Oktober 2026” yang diselenggarakan di Politeknik STTT Bandung. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman serta mendorong kesiapan pelaku industri dalam menghadapi implementasi kewajiban sertifikasi halal sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seminar nasional ini turut menghadirkan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, bersama para pemangku kepentingan yang memiliki perhatian terhadap perkembangan kebijakan dan implementasi jaminan produk halal di Indonesia.

Kehadiran GFHS sebagai salah satu narasumber mencerminkan peran organisasi dalam mendorong pengembangan ekosistem halal di sektor tekstil dan fesyen. Melalui perspektif yang berfokus pada kebutuhan industri, GFHS turut mengangkat pentingnya pemahaman mengenai persyaratan halal, kesiapan dokumentasi, pengendalian bahan, serta penguatan ketertelusuran dalam rantai pasok industri tekstil.

Kesiapan Halal dalam Industri Tekstil

Industri tekstil memiliki karakteristik proses produksi yang kompleks, mulai dari pemintalan serat, pembuatan benang dan kain, hingga proses pencelupan, pencetakan, dan penyempurnaan. Setiap tahapan dapat melibatkan berbagai bahan baku, bahan penolong, dan bahan kimia yang perlu ditinjau sesuai dengan persyaratan halal yang relevan.

Oleh karena itu, kesiapan halal tidak cukup hanya dilihat dari produk akhir. Perusahaan juga perlu memperhatikan informasi mengenai asal bahan, dokumen pendukung, pengendalian proses, serta mekanisme penelusuran yang dapat membantu memastikan pemenuhan persyaratan halal.

Dalam konteks tersebut, edukasi dan pendampingan menjadi bagian penting untuk membantu perusahaan mengidentifikasi kebutuhan persiapan dan memahami tahapan pemenuhan persyaratan halal secara sistematis.

Mendorong Kolaborasi dan Penguatan Ekosistem Halal

Seminar nasional di Politeknik STTT Bandung menjadi ruang dialog antara pemerintah, akademisi, organisasi pengembangan standar, dan pelaku industri untuk membangun pemahaman bersama mengenai tantangan implementasi kewajiban halal.

Partisipasi GFHS sebagai narasumber juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempersiapkan industri tekstil menghadapi perubahan kebutuhan regulasi dan pasar. Kesiapan tersebut memerlukan komitmen manajemen, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, peninjauan bahan, serta penerapan sistem pengendalian yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selain sebagai bentuk pemenuhan kewajiban regulasi bagi pelaku usaha yang termasuk dalam cakupannya, penguatan aspek halal juga dapat menjadi peluang untuk meningkatkan transparansi rantai pasok, membangun kepercayaan pasar, dan memperkuat daya saing industri tekstil Indonesia.

Komitmen GFHS untuk Industri Tekstil dan Fesyen

Melalui keterlibatannya dalam seminar nasional ini, GFHS terus mendorong peningkatan kesadaran dan kesiapan industri melalui edukasi, standardisasi, asesmen, pengembangan industri, serta pendampingan sertifikasi halal.

GFHS meyakini bahwa pengembangan ekosistem halal yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara regulator, lembaga pendidikan, organisasi pendukung, dan pelaku industri. Dengan pemahaman yang tepat serta persiapan yang terarah, industri tekstil Indonesia diharapkan dapat merespons persyaratan halal secara lebih baik sekaligus memperkuat posisinya dalam rantai pasok nasional maupun global.

Tentang GFHS

Global Fashion Halal Standard (GFHS) merupakan organisasi yang berfokus pada pengembangan ekosistem halal di sektor tekstil dan fesyen melalui standardisasi, edukasi, asesmen, pengembangan industri, dan pendampingan sertifikasi halal. GFHS berupaya mendukung industri dalam memahami penerapan prinsip halal serta mendorong pengembangan rantai pasok tekstil yang transparan dan tertelusur.

Global Fashion Halal Standard (GFHS) was one of the speakers at the National Seminar entitled "Industry Readiness in Facing the Halal Obligation in October 2026" which was held at the STTT Bandung Polytechnic. This activity is a strategic forum to strengthen understanding and encourage the readiness of industry players to face the implementation of halal certification obligations in accordance with the provisions of applicable laws and regulations.

This national seminar also presented the Head of the Halal Product Guarantee Organizing Agency (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, together with stakeholders who have an interest in policy development and implementation of halal product guarantees in Indonesia.

The presence of GFHS as one of the speakers reflects the organization's role in encouraging the development of a halal ecosystem in the textile and fashion sector. Through a perspective that focuses on industrial needs, GFHS also raises the importance of understanding halal requirements, documentation readiness, material control, and strengthening traceability in the textile industry supply chain.

Halal Readiness in the Textile Industry

The textile industry is characterized by complex production processes, from fiber spinning, yarn and fabric manufacturing, to dyeing, printing and finishing processes. Each stage may involve various raw materials, auxiliary materials, and chemicals that need to be reviewed according to relevant halal requirements.

Therefore, halal readiness is not enough to just look at the final product. Companies also need to pay attention to information regarding the origin of materials, supporting documents, process control, and tracking mechanisms that can help ensure compliance with halal requirements.

In this context, education and assistance are an important part of helping companies identify preparation needs and understand the stages of systematically fulfilling halal requirements.

Encouraging Collaboration and Strengthening the Halal Ecosystem

The national seminar at the STTT Bandung Polytechnic became a space for dialogue between the government, academics, standards development organizations and industry players to build a common understanding regarding the challenges of implementing halal obligations.

GFHS' participation as a resource person also emphasizes the importance of cross-sector collaboration in preparing the textile industry to face changing regulatory and market needs. This readiness requires management commitment, increasing human resource competency, reviewing materials, and implementing a control system that is in accordance with applicable regulations.

Apart from being a form of fulfilling regulatory obligations for business actors who fall within its scope, strengthening halal aspects can also be an opportunity to increase supply chain transparency, build market trust, and strengthen the competitiveness of the Indonesian textile industry.

GFHS Commitment to the Textile and Fashion Industry

Through its involvement in this national seminar, GFHS continues to encourage increased awareness and industrial readiness through education, standardization, assessment, industrial development, and assistance with halal certification.

GFHS believes that developing a sustainable halal ecosystem requires synergy between regulators, educational institutions, supporting organizations and industry players. With proper understanding and targeted preparation, it is hoped that the Indonesian textile industry can respond better to halal requirements while strengthening its position in the national and global supply chain.

About GFHS

Global Fashion Halal Standard (GFHS) is an organization that focuses on developing a halal ecosystem in the textile and fashion sector through standardization, education, assessment, industrial development and assistance with halal certification. GFHS seeks to support the industry in understanding the application of halal principles and encouraging the development of a transparent and traceable textile supply chain.